“Personel kami sudah berada di pos terpadu untuk mengawal rumah ibadah, sehingga jemaat dapat beribadah dengan khidmat. Selain itu, objek vital, pusat keramaian, dan jalur wisata juga menjadi fokus pengawasan,” jelas Kapten Yusniadi.
Ia juga menekankan pentingnya sikap humanis dalam menjalankan tugas. “Kita harus waspada terhadap potensi gangguan sekecil apa pun, namun pelayanan kepada masyarakat tetap harus ramah. Sinergi antara TNI, Polri, dan pemerintah daerah adalah kunci sukses pengamanan Nataru 2026,” tambahnya.








