“Situasi ini menuntut kesiapsiagaan ekstra. Pengamanan, pelayanan, hingga respons cepat terhadap permasalahan di lapangan harus dilakukan secara maksimal demi rasa aman dan nyaman masyarakat,” tegas Mas Lindra.
Sebagai langkah konkret, Polri bersama stakeholder melaksanakan Operasi Lilin 2025 selama 14 hari, mulai 20 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026. Operasi ini melibatkan 146.701 personel gabungan secara nasional, dengan dukungan 2.903 posko pengamanan, pelayanan, dan terpadu yang tersebar di berbagai titik strategis, termasuk gereja, pusat perbelanjaan, terminal, stasiun, pelabuhan, bandara, hingga kawasan wisata.
Bupati Tuban juga menekankan pentingnya pengendalian lalu lintas di jalur rawan kepadatan melalui rekayasa arus, pembatasan angkutan barang, serta pemanfaatan teknologi pemantauan. Pengamanan transportasi umum dan kawasan wisata turut menjadi fokus, dengan penataan arus penumpang, parkir, jalur kendaraan, hingga pedagang.
Pada aspek kamtibmas, pengamanan tempat ibadah menjadi prioritas. Sterilisasi lokasi ibadah dilakukan dengan melibatkan unsur lintas agama sebagai wujud toleransi. Deteksi dini dan langkah pencegahan terus dikedepankan untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan.








