Berdasarkan data dari World Health Organization (WHO) bahwa kecelakaan lalu lintas merupakan pembunuh nomor 3 setelah kematian akibat jantung koroner dan TBC oleh karena itu kecelakaan lalu lintas harus kita cegah sebab menimbulkan kematian, berdasarkan data dari Dit Lantas Polda Jatim Angka kecelakaan lalu lintas pada tahun 2024 di jajaran Polda Jatim 2024 mengalami penurunan 12,37 % dibandingkan dengan tahun 2023 serta penurunan korban meninggal dunia sebesar 9,66 *, ini menunjuukan tren positif karena kecelakaan lalu lintas di Jawa Timur disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya kurangnya kesadaran masyarakat dalam disipilin berlalu lintas, melanggar aturan lalu lintas, ugal ugalan, pengguna telpon selular serta tidak memeberikan toleransi kepada sesama pengguna jalan.
Operasi Keselamatan Semeru 2025 ini, bertujuan untuk meningkatkan kedisiplinan masyarakat dalam berkendara, mengurangi angka pelanggaran lalu lintas, dan menekan angka kecelakaan. Beliau juga menegaskan bahwa keamanan, keselamatan, dan ketertiban berlalu lintas (Kamseltibcarlantas) merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.
Kapolda Jatim Irjen Pol. Drs. Imam Sugianto, M.Si. juga menyinggung data operasi lalu lintas sebelumnya, yang menunjukkan masih tingginya angka pelanggaran, terutama oleh pengendara roda dua. Selain itu, tercatat sekitar 20 kasus kecelakaan lalu lintas.








