“Semua pihak harus bersinergi menghilangkan tindakan ini, dimulai dari orang tua, keluarga, lingkungan, sekolahan serta lainnya untuk mendukung generasi emas di tahun 2045, di mana pada masa ini diharapkan anak-anak kita saat ini memiliki kemampuan serta karakter yang dapat dibanggakan, keahlian dan ketrampilan serta wawasan yang mampu membawa masa depan Indonesia menjadi jauh lebih baik,” tegasnya.
Darwis berharap, melalui langkah-langkah seperti ini dapat mendorong kesadaran seluruh pihak bahwa tindakan perundungan semacam itu harus dihentikan sebelum menimbulkan kerugian fisik dan mental bagi para siswa di sekolah.
“Bersama kita wujudkan generasi anti perundungan, bullying dan kekerasan di lingkungan sekolah, rubah menjadi toleransi dan saling menghargai dengan meningkatkan wawasan pengetahuan menuju generasi emas 2045,” tutupnya. [D’Kawang]








