Untuk mendukung kelancaran operasi, tiga ekskavator disiagakan di titik-titik strategis seperti Dungus, Tulangan, dan area persawahan. Satu unit tambahan bersifat mobile, siap dikerahkan sewaktu-waktu jika terjadi penumpukan sampah mendadak.
“Total alat berat yang kami operasikan saat ini ada 14 unit. Semua difokuskan untuk menjaga kelancaran aliran sungai,” pungkas Dwi.
Dengan langkah cepat dan terukur, Pemkab Sidoarjo menunjukkan keseriusan dalam menjaga ekosistem sungai dan melindungi masyarakat dari risiko banjir. Normalisasi ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang dalam pengelolaan sumber daya air dan ketahanan lingkungan. [Swd]








