Pada malam harinya, Alun-alun Lamongan makin sesak oleh lautan manusia. Bahkan saat turun hujan, para jamaah tidak bergeming dari tempat duduknya. Mereka bertahan dibawa guyuran hujan, menunggu ulama idolanya. Sekira pukul 20.30, Gus Iqdam naik panggung, merasa terharu melihat antusias para jamaah.
Pendakwah muda asal Kota Blitar sangat terharu melihat para jamaah ditengah guyuran hujan. Ia juga mengakui, baru pertama mengaji di Lamongan, bahkan malam itu merupakan ngaji pertama kali keluar daerah pasca menunaikan ibadah haji.








