KOTA MADIUN | DN – Pendekatan humanis dan komunikasi dua arah terbukti ampuh meredam potensi ketegangan dalam aksi massa Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) di Kota Madiun, Selasa (22/9/2026). Di balik narasi video viral di media sosial yang sempat memicu kecemasan publik, terungkap fakta di lapangan bahwa aksi tersebut justru berjalan kondusif berkat kesigapan aparat kepolisian dan kedewasaan para peserta aksi.
Kapolres Madiun Kota, AKBP Rizki Pratama W.P., dengan tegas meluruskan informasi keliru yang menarasikan adanya bentrokan fisik antara aparat kepolisian dan massa pesilat. Menurutnya, insiden yang sempat terekam kamera tersebut hanyalah dinamika kecil di lapangan berupa aksi saling dorong yang mengakibatkan tameng pengamanan petugas terjatuh.
“Tidak ada bentrok. Itu hanya dinamika di lapangan,” tegas AKBP Rizki saat dikonfirmasi, Selasa malam.
Ketegangan sesaat itu pun langsung mencair setelah Kapolres Madiun Kota turun tangan secara langsung melakukan negosiasi dan dialog terbuka bersama perwakilan massa. Berkat komunikasi yang cair, situasi dengan cepat kembali terkendali tanpa ada ekskalasi lanjutan.
Tidak hanya meredam ketegangan, jajaran Polres Madiun Kota Polda Jatim juga memastikan tidak ada satupun peserta aksi yang diamankan atau ditahan. Seluruh massa membubarkan diri secara sukarela dengan tertib. Bahkan, sebagai bentuk pelayanan prima, pihak kepolisian turut memfasilitasi kepulangan para peserta menggunakan kendaraan truk menuju lokasi parkir masing-masing mengingat jarak titik aksi yang cukup jauh.
“Fokus utama petugas adalah menjaga ketertiban umum sekaligus memastikan hak masyarakat dalam menyampaikan aspirasi dapat berjalan dengan aman dan terlindungi,” tambah AKBP Rizki, mengapresiasi kerja sama yang baik dari seluruh elemen peserta.
Sebagai informasi, gelaran aksi massa ini dipicu oleh dinamika internal terkait dualisme kepemimpinan di dalam tubuh organisasi PSHT. Berkat langkah taktis, persuasif, dan terjun langsungnya Kapolres Madiun Kota ke tengah massa, potensi gesekan yang lebih luas berhasil diantisipasi sejak dini, menjadikan aksi damai ini berakhir harmonis dan kondusif. [Yud]








