“Tidak Ada Berita Seharga Nyawa”: Momentum Evaluasi Total Standar Liputan Bencana

  • Whatsapp

JAKARTA | DN — Operasi pencarian terhadap lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang kontak di perairan Anak Gunung Krakatau terus digencarkan. Insiden yang terjadi di tengah dinamika vulkanik dan cuaca ekstrem ini memantik sorotan tajam dari berbagai pihak, khususnya mengenai urgensi standar operasional prosedur (SOP) keselamatan kerja bagi insan pers di lapangan.

Ketua Umum Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), Herik Kurniawan, menegaskan bahwa musibah ini harus menjadi titik balik bagi industri media untuk mengevaluasi ulang manajemen risiko peliputan berisiko tinggi. Menurutnya, dedikasi tinggi seorang jurnalis dalam menyampaikan informasi akurat kepada publik tidak boleh mengabaikan prinsip utama keselamatan jiwa.

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

“Insiden ini menjadi ujian berat sekaligus peringatan keras bagi profesi kita. Kami mengingatkan kembali prinsip fundamental dalam dunia jurnalistik: tidak ada berita yang seharga dengan nyawa manusia,” ujar Herik di Jakarta.

Berdasarkan data yang dihimpun, rombongan jurnalis tersebut bertolak menuju kawasan Gunung Anak Krakatau menggunakan satu unit speedboat bermesin ganda yang telah dilengkapi perangkat keselamatan standar seperti jaket pelampung. Kapal dikemudikan oleh Warta, dengan dukungan Surakman sebagai awak kapal serta Heriyanto yang bertindak sebagai pemandu lokal.

Adapun kelima jurnalis yang hingga kini masih dalam proses pencarian intensif meliputi M. Bagus Khoirunnas (Antara), Ari Basuki (Merdeka), Yudhistira Pranoto (iNews), Daus (Anadolu), dan Donal (Jurnalis Freelance).

Di lapangan, Tim SAR gabungan yang melibatkan unsur Basarnas, TNI Angkatan Laut, Direktorat Polairud, serta dukungan aktif nelayan setempat, bekerja siang malam menyisir titik-titik koordinat di sekitar perairan rawan tersebut. Tantangan gelombang tinggi dan cuaca yang kerap berubah-ubah menjadi ujian tersendiri bagi tim penyelamat.

Di tengah situasi yang penuh kecemasan ini, IJTI menyampaikan apresiasi mendalam atas kerja keras tim di garis depan serta menyerukan solidaritas moral bagi keluarga korban. Organisasi profesi ini berharap sinergi lintas instansi dalam operasi pencarian dapat membuahkan hasil optimal, sehingga seluruh korban dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat. [MT]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *