Ringankan Beban Warga, Pemdes Kebaron Pastikan Distribusi Bansos Beras Tepat Sasaran

  • Whatsapp

SIDOARJO | DN – Upaya menjaga ketahanan pangan dan menekan beban ekonomi masyarakat terus digalakkan di tingkat desa. Pemerintah Desa (Pemdes) Kebaron, Kecamatan Tulangan, Kabupaten Sidoarjo, bersama petugas Sistem Layanan dan Rujukan Terpadu (SLRT) Kecamatan menyalurkan bantuan pangan berupa 12.420 kilogram beras di Pendopo Balai Desa Kebaron, Rabu (9/9/2026).

Bantuan komoditas beras tersebut dialokasikan langsung untuk kebutuhan tiga bulan sekaligus, yakni periode Juli, Agustus, dan September 2026. Sebanyak 414 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang telah terverifikasi masing-masing menerima jatah 30 kilogram beras kualitas baik.

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Plt Kepala Desa Kebaron, Nyoto, menjelaskan bahwa pendistribusian ini merupakan implementasi program pemerintah pusat hingga daerah dalam menjamin ketersediaan pangan bagi warga kurang mampu di level tapak.

“Penyaluran beras total 12,4 ton ini adalah wujud kepedulian nyata pemerintah. Kami berkolaborasi erat dengan tim SLRT kecamatan untuk memastikan seluruh proses verifikasi hingga pembagian berjalan transparan, tertib, dan tepat sasaran,” tegas Nyoto di sela-sela kegiatan.

Nyoto menambahkan, skema penyerahan bantuan sengaja diatur secara bertahap dengan pemeriksaan identitas yang ketat. Langkah ini dilakukan guna mengantisipasi penumpukan massa sekaligus menjamin setiap paket beras diterima langsung oleh warga yang berhak tanpa kendala.

Manfaat program ini dirasakan langsung oleh masyarakat penerima. Nyariana, salah satu warga KPM Desa Kebaron, menuturkan rasa leganya seusai menerima alokasi beras tersebut.

“Bantuan ini sangat membantu dapur kami untuk beberapa bulan ke depan. Terima kasih kepada Pemdes Kebaron dan petugas SLRT yang sudah mengawal penyaluran ini dengan tertib,” ungkap Nyariana.

Secara keseluruhan, proses pendistribusian beras bantuan pangan di Desa Kebaron berlangsung aman dan kondusif berkat sinergi antara perangkat desa, pendamping SLRT, dan kedisiplinan warga penerima manfaat. [SWD]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *