SIDOARJO | DN – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo berkomitmen mempercepat penguatan ekonomi perdesaan melalui pembenahan infrastruktur pendukung Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Ngingas, Kecamatan Waru. Bupati Sidoarjo Subandi memastikan akses jalan menuju kawasan Sentra UMKM dan usaha desa tersebut akan segera diperlebar dan dibenahi secara menyeluruh.
Kepastian tersebut disampaikan Subandi saat turun langsung meninjau proses pembangunan KDKMP Ngingas pada Sabtu (29/8/2026). Langkah penataan ini diambil agar lokasi koperasi lebih representatif, mudah dijangkau, serta mampu menarik minat warga untuk bertransaksi.
“Sejumlah pembenahan dan penataan akan dilakukan untuk KDMP Ngingas, khususnya akses jalan. Kalau perbaikan itu sudah berjalan, kami yakin lokasi ini akan ramai dikunjungi warga. Tempat usaha tentu butuh akses yang bagus agar masyarakat nyaman saat berkunjung,” ujar Subandi di lokasi peninjauan.
Sebagai bagian dari penataan, akses masuk dari arah barat akan dipasang paving secara bertahap hingga menyambung ke sisi timur. Tak hanya itu, pagar pembatas Perumahan Delta Sari yang berada di pintu masuk juga direncanakan untuk dibongkar dan diperlebar agar keberadaan KDMP Ngingas terlihat jelas dari kawasan pemukiman sekitar.
Subandi meyakini penataan kawasan yang terintegrasi dengan fasilitas pendukung seperti pujasera akan memicu pertumbuhan ekonomi lokal serta mendongkrak Pendapatan Asli Desa (PAD) Ngingas.
“Nanti juga ada pujasera dan fasilitas pendukung lainnya. Harapan kita, keberadaan KDMP ini betul-betul bisa meningkatkan PAD Desa Ngingas,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan, Permukiman, Cipta Karya, dan Tata Ruang (P2CKTR) Kabupaten Sidoarjo, Mochamad Bachruni Aryawan, menjelaskan bahwa pengerjaan pemavingan jalan direncanakan sepanjang 400 meter dengan lebar 6 meter.
Pihaknya mengupayakan alokasi anggaran pemavingan dialokasikan melalui Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) tahun 2026 ini, dengan target penyelesaian secara menyeluruh hingga tahun 2027.
“Kami harapkan paving sudah mulai terpasang tahun 2026 ini via anggaran PAK. Namun, proses pengurukan dan pemadatan tanah harus betul-betul settle (stabil) terlebih dahulu. Kita ingin memastikan struktur tanah kuat agar kualitas jalan paving tahan lama dan tidak ambles di kemudian hari,” tegas Bachruni.
Mengenai koordinasi dengan pihak pengembang Perumahan Delta Sari terkait pembukaan akses jalan, Bachruni memastikan tidak ada kendala di lapangan. Manajemen Delta Sari menyambut baik rencana integrasi akses tersebut, dengan catatan pemdes setempat tetap menjaga sistem keamanan lingkungan.
“Prinsipnya tidak ada masalah. Kami sudah merapatkan hal ini dengan manajer Delta Sari dan mereka sangat terbuka (welcome). Yang terpenting, pihak Desa Ngingas nantinya terus berkoordinasi untuk memastikan faktor keamanan lingkungan perumahan tetap terjaga,” pungkas Bachruni. (SWD)








