TUBAN | DN – Semangat gotong royong dan kebangsamaan ditunjukkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban bersama Forkopimda dengan menyalurkan bantuan logistik bagi warga terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Pengiriman bantuan kemanusiaan ini ditegaskan langsung oleh Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky, SE., usai memimpin upacara penurunan bendera Merah Putih di Alun-Alun Tuban, Senin (17/8) petang.
Bantuan tahap awal berupa satu truk perlengkapan tidur tersebut diberangkatkan melalui sinergi dengan Polresta Tuban dan Polda Jawa Timur, menindaklanjuti instruksi dari Kapolri. Mas Lindra—sapaan akrab Bupati Tuban—menyampaikan bahwa langkah cepat ini merupakan wujud kepedulian nyata antarsesama anak bangsa dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Alhamdulillah, hasil koordinasi dengan pihak Polres, bantuan untuk saudara kita di NTT sudah dikirim. Ini adalah bentuk kepedulian untuk membantu meringankan beban masyarakat NTT yang sedang menghadapi musibah,” ujar Bupati Aditya Halindra Faridzky.
Aksi kemanusiaan ini tidak berhenti pada pengiriman logistik awal semata. Pemkab Tuban juga menggerakkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN), baik PNS maupun PPPK, untuk menyisihkan sebagian rezeki secara bertahap guna penggalangan dana bantuan lanjutan.
“Apakah nanti bantuannya berupa uang atau barang, akan kami koordinasikan lebih lanjut dengan teman-teman di sana. Yang jelas, bantuan akan kami salurkan sesuai kebutuhan mendesak,” tambah bupati muda dua periode tersebut seraya mengajak seluruh warga Tuban untuk menyertakan doa bagi pemulihan NTT.
Langkah responsif Pemkab Tuban mendapat apresiasi hangat dari warga setempat. Rahmat Hidayat (34), salah seorang warga Kecamatan Tuban yang turut menyaksikan rangkaian peringatan HUT RI di Alun-Alun, mengaku bangga atas aksi tanggap darurat tersebut.
“Melihat bantuan langsung diberangkatkan tepat di hari kemerdekaan ini terasa sangat menyentuh. Sebagai warga Tuban, kami bangga Pemkab bergerak cepat. Kepedulian seperti ini membuktikan bahwa saudara kita di NTT tidak berjuang sendirian,” ungkap Rahmat.
Secara teknis, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tuban, Sudarmaji, menjelaskan bahwa pihaknya terus menjalin komunikasi intensif dengan BPBD Jatim, BPBD NTT, hingga BPBD Manggarai. Pemetaan di lapangan menunjukkan warga terdampak membutuhkan pasokan makanan siap saji, pakaian, selimut, terpal, perlengkapan tidur, hingga alat bantu penerangan darurat. BPBD Tuban memastikan seluruh penyaluran bantuan lanjutan akan disesuaikan dengan kebutuhan riil masyarakat di lokasi bencana. [J2]








