NGAWI | DN – Babinsa Koramil 0805/02 Paron, Serma Sampurno, mendampingi para petani yang tergabung dalam Kelompok Tani (Poktan) Tani Mulyo Desa Jeblogan, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi, dalam pelatihan Teknologi Tepat Guna (TTG) pada Senin (3/8/2026).
Kegiatan ini berfokus pada pengembangan keterampilan pembuatan pupuk organik guna menunjang peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) serta mendorong edukasi pertanian yang ramah lingkungan.
Dalam pelatihan tersebut, para petani dibekali teori dan praktik langsung meracik Pupuk Organik Padat (POP), Pupuk Organik Cair (POC), hingga Mikroorganisme Lokal (MOL) sebagai pupuk booster padi. Pembuatannya memanfaatkan bahan-bahan alami lokal yang terjangkau, seperti bonggol pisang dan kunyit.
Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Ngawi menjelaskan, maraknya kendala pertanian seperti serangan kerdil rumput dan kerdil hampa dipicu oleh penggunaan bahan kimia secara berlebihan. Kebiasaan tersebut menurunkan tingkat keasaman (pH) tanah dan merusak ekosistem lahan.
Pengaplikasian pupuk organik secara konsisten menjadi solusi utama untuk memulihkan kesehatan tanah. Selain memperbaiki struktur hara, inovasi pupuk mandiri ini dinilai sangat efektif menghemat biaya produksi sekaligus menjawab tantangan keterbatasan alokasi pupuk bersubsidi bagi para petani. [Don]








