Sisi Lain Program Makan Gratis: Pasokan Tersedot, Ibu Rumah Tangga Desa Menagih Solusi

  • Whatsapp
ILUSTRASI: Dapur tertekan, harga melambung

LAMONGAN | DN – Hiruk-pikuk Pasar Kalen di Kecamatan Kedungpring, Kabupaten Lamongan, pagi itu riuh oleh tawar-menawar. Namun, di balik transaksi rutin saban hari, terselip helaan napas berat dari para ibu rumah tangga dan pedagang. Penyebabnya seragam: harga daging ayam dan telur ras kembali merangkak naik, mencekik dompet warga pedesaan.

Ironisnya, melonjaknya harga bahan pangan esensial ini terjadi seiring kembali beroperasinya Program Makan Bergizi Gratis (MBG) usai masa libur sekolah. Niat mulia pemerintah untuk menutrisi generasi muda, menyerap hasil ternak lokal, serta menggerakkan roda ekonomi justru memicu efek samping tak terduga di tingkat akar rumput—lonjakan permintaan serentak yang mendongkrak harga eceran di pasar tradisional.

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Berdasarkan pantauan di lapangan, harga daging ayam ras kini menembus angka Rp33.000 hingga Rp37.000 per kilogram. Sementara itu, telur ayam ras yang menjadi komoditas andalan protein murah bagi masyarakat kini dibanderol pada kisaran Rp24.000 hingga Rp27.000 per kilogram.

Pak Tasya—pedagang telur dan daging ayam di Pasar Kalen yang akrab disapa Ambon—mengakui adanya lonjakan harga mendadak ini. Menurutnya, stabilitas harga sempat terjaga sepanjang liburan sekolah ketika aktivitas operasional MBG berhenti sementara.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *