Muktamar NU ke-35 di Tambakberas, Warsubi: Jombang Adalah Rumah Besar Para Ulama

  • Whatsapp

JOMBANG | DN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang menyatakan kesiapan penuh dalam mendukung penyelenggaraan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU). Forum tertinggi organisasi Islam terbesar di Indonesia ini dijadwalkan berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, pada 27–31 Agustus 2026 mendatang.

Bupati Jombang, Warsubi, menyampaikan rasa syukur dan kehormatannya atas terpilihnya Tambakberas sebagai lokasi hajatan besar tersebut. Menurutnya, kepercayaan ini bukan sekadar agenda organisasi, melainkan momentum historis bagi Jombang sebagai kota santri.

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

“Ini adalah kebanggaan sekaligus kehormatan bagi Kabupaten Jombang. Kami menyambut dengan penuh rasa syukur atas ditetapkannya Ponpes Bahrul Ulum Tambakberas sebagai lokasi Muktamar NU ke-35,” ujar Warsubi, Rabu (8/7).

Warsubi menambahkan, Jombang memiliki ikatan sejarah yang tak terpisahkan dengan para muassis NU, seperti KH Hasyim Asy’ari, KH Abdul Wahab Chasbullah, dan KH Bisri Syansuri. Ia menegaskan bahwa Pemkab Jombang berkomitmen memberikan dukungan maksimal, mencakup kesiapan infrastruktur, pelayanan publik, hingga pengamanan demi kenyamanan sekitar 6.000 muktamirin yang akan hadir.

“Kami akan bersinergi dengan panitia penyelenggara dan aparat keamanan. Pintu Jombang terbuka selebar-lebarnya bagi seluruh warga nahdliyin dari berbagai penjuru tanah air,” imbuhnya.

Senada dengan pemerintah daerah, pihak pengelola pondok pesantren pun telah melakukan langkah cepat. Ketua Umum Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum (YPPBU), KH Abdurrozaq Sholeh, mengungkapkan bahwa pihaknya telah membentuk tim khusus untuk mematangkan persiapan teknis.

“Alhamdulillah, tim kecil sudah terbentuk. Secara infrastruktur, Tambakberas sudah sangat siap menyambut kedatangan para muktamirin dari berbagai daerah,” ungkap KH Abdurrozaq.

Sebelumnya, penunjukan Tambakberas sebagai tuan rumah ditetapkan secara resmi oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melalui Rapat Gabungan Harian Syuriyah-Tanfidziyah di Jakarta, Selasa (7/7). Dengan sinergi antara pemerintah dan pengurus pesantren, diharapkan Muktamar ke-35 NU ini berjalan lancar dan mampu menghasilkan keputusan strategis bagi kemaslahatan umat serta penguatan persatuan bangsa. [STS]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *