Pembangunan Jembatan Kesambi Pucuk Lamban, Sopir Truk Teriak Biaya Operasional Bengkak

  • Whatsapp

LAMONGAN | MDN – Proyek penggantian struktur Jembatan Kesambi di Kecamatan Pucuk, Kabupaten Lamongan, kini menuai sorotan tajam. Memasuki Juli 2026, progres pengerjaan jembatan sepanjang 22,6 meter yang menjadi bagian dari jalur poros nasional tersebut dinilai lamban, hingga memicu kemacetan panjang yang melumpuhkan mobilitas warga.

Sejak dimulai pada 10 April 2026, proyek strategis ini ditargetkan rampung dalam waktu 7 hingga 8 bulan. Namun, baru berjalan beberapa bulan, dampak sosial dan ekonomi akibat keterlambatan progres mulai dirasakan nyata oleh masyarakat.

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Kemacetan Horor Akibat Contraflow Untuk mengantisipasi pembangunan, otoritas terkait memberlakukan sistem contraflow. Kebijakan ini justru menjadi momok bagi pengguna jalan. Kemacetan yang mengular hingga beberapa kilometer menjadi pemandangan harian yang melelahkan.

“Setiap hari waktu kami habis di jalan. Macetnya luar biasa parah dan membuat stres. Kami harus mengantre berjam-jam hanya untuk melewati titik jembatan ini,” keluh seorang sopir truk logistik yang melintasi jalur tersebut, Kamis (9/7/2026).

Ancaman Ekonomi Jalur Pantura Jalur poros Lamongan merupakan urat nadi utama Pantura Jawa Timur yang krusial bagi arus barang dan manusia. Tersendatnya proyek ini memberikan efek domino terhadap perekonomian:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *