Melestarikan Kearifan Lokal, Ribuan Jamaah Padati Haul Eyang Panji Srenggono ke-7

  • Whatsapp

SURABAYA | DN — Ribuan warga Manyar Sabrangan tumpah ruah memadati area makam
Eyang Panji Srenggono di Jl. Manyar Sabrangan 83, Kelurahan Manyar Sabrangan, Kecamatan
Mulyorejo, Surabaya, Sabtu (27/6/2026) malam. Kehadiran jamaah sejak selepas Maghrib
tersebut bertujuan untuk mengikuti puncak peringatan Haul ke-7 Eyang Panji Srenggono.
Acara yang diawali dengan Khutmil Qur’an pada Sabtu pagi ini, menghadirkan dua penceramah
kondang, KH. Aris Jaya Abadi, S.Sos.I dari Tuban dan KH. Hasanuddin, S.Ag dari Surabaya.
Mengusung tema “Ngresiki Lahir Tumekaning Bhatin, Kanti Bersyukur Lillah Lan Eling Marang
Leluhur Suhibul wilayah Supoyo Uripe Berkah”, kegiatan ini menjadi momentum refleksi
spiritual bagi masyarakat setempat.
Sebagai informasi, Raden Panji Srenggono merupakan Bupati Lamongan periode 1723–1750.
Beliau gugur dalam peperangan melawan VOC Belanda di Surabaya. Tokoh ini juga dikenal
sebagai ayah dari Sawunggaling, sekaligus trah dari Kyai Lanang Dangiran dari Kerajaan
Blambangan.
Gandhi Dwi Prasetyo, S.Psi, Pembina sekaligus Ketua RW 02, menekankan pentingnya menjaga
kearifan lokal. “Menjaga sejarah budaya yang sarat nilai spiritual di tengah masyarakat heterogen
tidaklah mudah. Saya mengimbau pengurus punden untuk selalu memegang teguh empat aspek
kebenaran: kebenaran diri sendiri, masyarakat, norma lingkungan/hukum, serta kebenaran
hakiki,” tegas Gandhi.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *