Ketegangan di Wringinanom: LSM Lokal Gresik Pertanyakan Etika Organisasi Luar Daerah

  • Whatsapp

GRESIK | DN – Suasana di depan Kantor Kecamatan Wringinanom, Kabupaten Gresik, mendadak mencekam pada Rabu (24/6/2026). Rencana unjuk rasa yang hendak digelar oleh kelompok yang mengatasnamakan Aliansi Alam Bersatu Jaya Indonesia asal Kabupaten Lamongan, berakhir dengan aksi pengusiran oleh gabungan LSM dan insan media setempat.

Kericuhan dipicu oleh ketidakhadiran elemen masyarakat Gresik dalam aksi tersebut. Massa lokal yang merasa wilayahnya “diusik” oleh pihak luar langsung memblokade lokasi, menuntut kelompok demonstran segera angkat kaki karena dianggap tidak memiliki urgensi moral untuk melakukan aksi di wilayah hukum Gresik.

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Ketua Front Pembela Suara Rakyat (FPSR), Aris Gunawan, yang memimpin aksi penolakan, secara tegas menyoroti etika organisasi pendatang. Menurutnya, tindakan kelompok tersebut terkesan memprovokasi kondisi kondusif yang selama ini terjaga di Kabupaten Gresik.

“Kami mempertanyakan kapasitas mereka. Warga dan LSM Gresik sendiri tidak ada yang mengeluh soal keuangan daerah, mengapa organisasi luar daerah justru hadir seolah-olah menjadi juru bicara bagi masyarakat Gresik? Ini ada apa?” ujar Aris di sela-sela ketegangan.

Aris memaparkan, pengelolaan keuangan daerah saat ini difokuskan pada program strategis nasional, yakni penguatan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) untuk kesejahteraan warga lokal. Ia menilai, pihak luar tidak sepatutnya mencampuri urusan domestik yang sudah memiliki jalur pengawasan resmi, mulai dari Inspektorat hingga Aparat Penegak Hukum (APH).

“Jika ada temuan dugaan korupsi, prosedurnya jelas. Ada APH dan lembaga pengawas. Jangan bertindak seolah menjadi aparat penegak hukum hanya untuk kepentingan segelintir kelompok,” tegasnya.

Pantauan di lokasi, situasi sempat memuncak ketika sejumlah massa lokal meluapkan emosi dengan kata-kata keras. Meski sempat terjadi gesekan verbal, tindakan anarkis berhasil diredam oleh aparat kepolisian yang bersiaga penuh di lokasi kejadian. Personel kepolisian bertindak cepat dengan memosisikan diri di antara kedua belah pihak hingga akhirnya rombongan massa dari Lamongan memilih untuk mundur dan membubarkan diri.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Aliansi Alam Bersatu Jaya Indonesia maupun otoritas kepolisian terkait insiden tersebut. Fokus pengamanan di wilayah Kecamatan Wringinanom pun kembali diperketat guna mengantisipasi aksi susulan yang tidak diinginkan. [AT]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *