Kabel WiFi Semrawut di Jalur Babat–Lamongan Dikeluhkan Warga, Diduga Tak Sesuai Standar Keselamatan

  • Whatsapp

LAMONGAN | DN – Kondisi pemasangan kabel milik sejumlah penyedia layanan internet di wilayah Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan, menuai keluhan dari masyarakat. Kabel yang terlihat menjuntai rendah, saling bertumpuk, hingga sebagian dalam kondisi putus dinilai membahayakan pengguna jalan dan mengganggu estetika lingkungan.

Keluhan tersebut disampaikan warga yang setiap hari melintas di sepanjang ruas jalan yang menghubungkan wilayah Sendangrejo, Ngimbang, Podang, hingga Karangkembang. Di sejumlah titik, kabel jaringan internet tampak terpasang tidak rapi dan dinilai tidak memenuhi standar keamanan yang semestinya.

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Warga mengaku khawatir kondisi tersebut dapat memicu kecelakaan lalu lintas. Kabel yang menggantung terlalu rendah berpotensi tersangkut kendaraan besar yang melintas, sementara kabel yang putus atau terkelupas dapat membahayakan masyarakat di sekitar lokasi.

“Sudah cukup lama kondisi ini terjadi. Kabel dari berbagai provider terlihat menumpuk dan sebagian bahkan menjuntai rendah. Kami khawatir jika dibiarkan terus, suatu saat bisa menimbulkan kecelakaan,” ujar salah seorang warga kepada MDN, Jumat (12/6/2026).

Selain persoalan keselamatan, masyarakat juga mempertanyakan legalitas pemasangan jaringan tersebut. Warga menduga masih terdapat instalasi kabel yang belum memenuhi ketentuan perizinan maupun standar teknis yang berlaku.

Sesuai regulasi, pemasangan jaringan telekomunikasi dan kabel komunikasi wajib memperhatikan aspek keselamatan, tata ruang, serta ketentuan teknis yang telah ditetapkan pemerintah. Setiap penyelenggara layanan juga diwajibkan menjaga kondisi jaringan agar tidak mengganggu fasilitas umum maupun aktivitas masyarakat.

Masyarakat berharap instansi terkait, seperti Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), Dinas Perhubungan, serta dinas teknis lainnya, segera melakukan inspeksi dan penertiban terhadap jaringan kabel yang dinilai tidak sesuai ketentuan.

Menurut warga, keberadaan layanan internet memang menjadi kebutuhan penting di era digital. Namun, mereka menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur telekomunikasi harus tetap memperhatikan faktor keselamatan, kerapian, dan kepatuhan terhadap aturan yang berlaku.

“Kami mendukung perkembangan layanan internet, tetapi pemasangannya harus tertata dengan baik. Jangan sampai fasilitas yang dibutuhkan masyarakat justru menimbulkan risiko bagi keselamatan pengguna jalan dan warga sekitar,” tambahnya.

Warga berharap adanya langkah konkret dari pihak berwenang untuk melakukan evaluasi, pengecekan izin, serta penataan ulang jaringan kabel yang dinilai semrawut agar tercipta lingkungan yang lebih aman, nyaman, dan tertib. [AT]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *