LAMONGAN | DN – Sebanyak 90 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Lamongan mulai beroperasi setelah diresmikan secara serentak bersama 1.061 koperasi desa dan kelurahan di seluruh Indonesia oleh Presiden RI Prabowo Subianto dari Kabupaten Nganjuk.
Peresmian di Lamongan dipusatkan di KDKMP Kelurahan Sukorejo dan diikuti secara daring oleh jajaran pemerintah daerah, Forkopimda, serta pengelola koperasi desa, Sabtu.
Bupati Yuhronur Efendi menyampaikan optimisme bahwa program penguatan ekonomi desa melalui KDKMP mampu berjalan efektif dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Menurutnya, Lamongan saat ini menjadi salah satu daerah dengan progres pembangunan gerai koperasi desa yang cukup pesat. Dari target ratusan gerai yang direncanakan, sebagian besar sudah siap dioperasikan tahun ini.
“Program ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat ekonomi masyarakat desa. Saat ini sudah ada 214 gerai yang siap beroperasi, sementara sisanya masih dalam proses pembangunan,” ujarnya.
Data Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan Kabupaten Lamongan mencatat total KDKMP di wilayah tersebut mencapai 474 unit dengan target pembangunan sebanyak 329 gerai.
Dari total target tersebut, sebanyak 214 gerai telah selesai dibangun sepenuhnya, 102 gerai masih dalam tahap pembangunan, dan 158 gerai lainnya belum memulai proses pembangunan. Selain itu, terdapat 12 desa yang hingga kini masih terkendala ketersediaan lahan pembangunan.
Komandan Kodim 0812/Lamongan Letkol Inf Deni Suryo Anggo Digdo mengatakan Kabupaten Lamongan saat ini menjadi daerah dengan jumlah gerai KDKMP terbanyak yang telah siap beroperasi di Jawa Timur.
Ia menyebut target pembangunan hingga akhir Juli mendatang mencapai 329 gerai dan optimistis target tersebut dapat direalisasikan sesuai jadwal.
“Saat ini capaian Lamongan tertinggi di Jawa Timur dengan 214 gerai selesai 100 persen dan 90 titik sudah beroperasi,” katanya.
Selain fokus pada pembangunan fisik, pemerintah juga menyiapkan penguatan sumber daya manusia untuk mendukung operasional koperasi. Setiap gerai KDKMP saat ini diisi enam tenaga kerja dari total kebutuhan 18 orang.
Empat karyawan berasal dari PT Agrinas Pangan Nusantara, sedangkan dua lainnya merupakan rekomendasi pemerintah desa setempat.
Kodim 0812/Lamongan bersama Forkopimda juga memastikan pengawasan dan pendampingan terus dilakukan agar keberadaan koperasi desa mampu memperkuat distribusi pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Ke depan, sebanyak 20 KDKMP di Lamongan disiapkan menjadi proyek percontohan atau mockup pengembangan koperasi desa modern di daerah tersebut. [J2]








