Niat Basmi Hama Berujung Petaka, Petani Lamongan Meninggal Tersengat Listrik Sawah

  • Whatsapp

LAMONGAN | DN – Seorang petani di Kecamatan Kalitengah, Kabupaten Lamongan, ditemukan meninggal dunia di area persawahan miliknya pada Rabu (6/5). Korban diduga tewas akibat tersengat aliran listrik dari jebakan tikus yang dipasangnya sendiri.

Peristiwa nahas tersebut terjadi saat korban beraktivitas di sawah untuk memeriksa tanaman padi sekaligus memastikan kondisi jebakan tikus yang dipasang di sekitar lahan.

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Berdasarkan keterangan warga sekitar, korban diduga tidak sengaja menyentuh kawat beraliran listrik. Ada kemungkinan korban terpeleset sebelum akhirnya mengenai jebakan tersebut.

“Korban ditemukan sudah dalam posisi tergeletak di sawah. Saat diperiksa, kondisinya sudah meninggal dunia,” ujar salah satu warga yang pertama kali mengetahui kejadian itu.

Warga kemudian melaporkan peristiwa tersebut kepada perangkat desa yang dilanjutkan ke pihak kepolisian setempat.

Petugas dari Polsek Kalitengah yang datang ke lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengevakuasi jasad korban. Dari hasil pemeriksaan awal, ditemukan tanda luka bakar pada tubuh korban yang mengindikasikan adanya sengatan listrik.

Kejadian ini kembali menjadi perhatian serius, mengingat penggunaan jebakan tikus beraliran listrik masih kerap ditemukan di wilayah Lamongan, meskipun sudah dilarang.

Pihak kepolisian kembali mengingatkan masyarakat, khususnya para petani, untuk tidak menggunakan metode berbahaya tersebut.

“Penggunaan listrik untuk jebakan tikus sangat berisiko dan dapat membahayakan keselamatan jiwa. Kami mengimbau agar petani beralih ke cara yang lebih aman,” ujar petugas di lokasi.

Sebagai alternatif, petani disarankan menggunakan metode pengendalian hama yang lebih ramah lingkungan, seperti gropyokan atau pemanfaatan predator alami seperti burung hantu.

Kasus ini menambah daftar insiden serupa yang terjadi akibat penggunaan jebakan listrik di area persawahan, sekaligus menjadi peringatan bagi masyarakat agar lebih mengutamakan keselamatan dalam bertani. [NH]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *