TUBAN | DN — Pemerintah Kabupaten Tuban menggelar upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) dan Hari Otonomi Daerah ke-30 Tahun 2026 di halaman Kantor Pemkab Tuban, Senin (4/5/2026). Kegiatan berlangsung khidmat dan diikuti jajaran Forkopimda, Sekretaris Daerah, pimpinan OPD, perwakilan perbankan, tenaga pendidik, pelajar, serta aparatur sipil negara di lingkungan Pemkab Tuban.
Wakil Bupati Tuban, Drs. Joko Sarwono, bertindak sebagai inspektur upacara. Dalam amanatnya, ia menegaskan bahwa pendidikan dan otonomi daerah merupakan dua fondasi penting dalam mendorong pembangunan daerah yang berkelanjutan.
Menurutnya, peringatan Hardiknas menjadi momen refleksi atas perjuangan Ki Hajar Dewantara sebagai pelopor pendidikan nasional. Ia menyinggung filosofi “Tut Wuri Handayani” yang menempatkan pendidikan sebagai proses membimbing dan memanusiakan manusia.
“Dalam konsep among—asah, asih, dan asuh—pendidikan tidak hanya bertujuan mencerdaskan, tetapi juga membentuk karakter dan memuliakan manusia,” ujar Joko Sarwono.
Ia juga mengangkat tema Hardiknas 2026, yakni “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”. Tema tersebut menegaskan bahwa tanggung jawab pendidikan tidak hanya berada di tangan pemerintah dan sekolah, tetapi juga melibatkan keluarga, masyarakat, dunia usaha, hingga media.
Dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan, pemerintah terus mendorong berbagai kebijakan strategis, seperti digitalisasi pembelajaran, peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru, penguatan karakter peserta didik, serta pemerataan akses pendidikan yang inklusif.
Di tingkat daerah, Pemkab Tuban telah menerapkan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 berbasis data terpadu. Program ini bertujuan memastikan akses pendidikan yang lebih merata, termasuk bagi anak disabilitas dan anak putus sekolah.
“Melalui pemanfaatan data terintegrasi yang divalidasi dengan Dapodik, pemetaan calon peserta didik dapat dilakukan secara detail berdasarkan nama dan alamat. Hal ini membuat perencanaan pendidikan lebih tepat sasaran,” jelasnya.
Selain Hardiknas, upacara tersebut juga menjadi momentum peringatan Hari Otonomi Daerah ke-30 dengan tema “Dengan Otonomi Daerah Kita Wujudkan Asta Cita”. Tema ini mencerminkan komitmen dalam memperkuat kemandirian daerah sekaligus menjaga sinergi dengan pemerintah pusat.
Wabup menekankan bahwa otonomi daerah bukan sekadar kewenangan administratif, melainkan amanah untuk mengelola potensi lokal, meningkatkan kualitas layanan publik, serta mewujudkan pembangunan yang adil dan merata.
“Penguatan tata kelola pemerintahan yang responsif, transparan, dan akuntabel menjadi kunci keberhasilan. Fokus kita meliputi program prioritas nasional, reformasi birokrasi digital, peningkatan kemandirian fiskal, hingga kolaborasi antar daerah,” tegasnya.
Ia menambahkan, pendidikan dan otonomi daerah memiliki keterkaitan erat. Pendidikan berkualitas akan menghasilkan sumber daya manusia unggul, sementara tata kelola pemerintahan yang baik akan menciptakan lingkungan yang mendukung kemajuan pendidikan.
Menutup amanatnya, Joko Sarwono mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan momentum ini sebagai penguat komitmen dalam bekerja dan melayani dengan integritas.
“Selamat Hari Pendidikan Nasional dan Hari Otonomi Daerah ke-30 Tahun 2026. Semoga kita senantiasa diberi kekuatan dalam membangun Tuban yang lebih maju,” pungkasnya. [J2]
Pos terkait

Peringatan May Day di Stadion Gejos Berjalan Kondusif, Kapolres Gresik Apresiasi Elemen Buruh


Polda Jatim Musnahkan 22,226 Kg Kokain, Tegaskan Komitmen Perang Melawan Narkoba

Wisata Edukasi di Situs Ndalem Pojok, Polisi Dampingi 100 Pelajar Kenali Jejak Soekarno

Polres Pelabuhan Tanjungperak Amankan Tersangka Pembunuhan di Wonokusumo Surabaya

Polres Magetan Maksimalkan Satkamling, Ronda Malam Jaga Lingkungan


