JAKARTA | DN – Pemerintah Indonesia memastikan langkah besar dalam kerja sama perdagangan energi dengan Amerika Serikat. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa Indonesia akan mengimpor produk energi senilai sekitar US$15 miliar atau setara Rp250 triliun. Paket impor tersebut mencakup LPG, minyak mentah, hingga BBM jadi.
Kesepakatan ini merupakan bagian dari perjanjian perdagangan timbal balik (Agreement on Reciprocal Trade/ART) yang akan ditandatangani Presiden Prabowo Subianto bersama Presiden Donald Trump pada 19 Februari 2026 di Washington DC.








