PEKALONGAN | DN – Malam itu, Sabtu (14/2), suasana di Kedungwuni seharusnya tenang. Namun bagi Boim, seorang aktivis sosial yang dikenal lantang membela masyarakat kecil, ketenangan berubah menjadi momen menegangkan. Ia dikabarkan nyaris menjadi korban penembakan oleh orang tak dikenal di depan rumahnya.
Boim, yang selama ini aktif memperjuangkan nasib korban dugaan penculikan pedagang martabak Gacon, mendengar suara letusan senjata api mengarah ke dirinya. Refleks, ia menghindar. Peluru melesat, namun tidak mengenai tubuhnya. “Saya hanya bisa bersyukur masih diberi keselamatan,” ujarnya singkat kepada warga sekitar.








