Ketua DPP Tegaskan Jatidiri LDII sebagai Ormas Dakwah Terbuka dan Berbasis Pancasila

  • Whatsapp

BANDUNG – DN | Ketua DPP LDII, KH. Chriswanto Santoso, menegaskan jatidiri LDII sebagai salah satu organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan di Indonesia. Hal tersebut ia sampaikan dalam kegiatan Media Gathering jelang pelaksanaan Musyawarah Wilayah (Muswil) LDII Jawa Barat, pada Jumat (14/11).

Dalam paparannya, KH. Chriswanto menjelaskan bahwa LDII memiliki karakter sebagai ormas dakwah yang tumbuh dalam tradisi keislaman Indonesia, sejajar dengan organisasi besar lainnya seperti NU dan Muhammadiyah, dan Persis.
“LDII lahir dari Pancasila. Sejak 1972 kami sudah mengusung Pancasila sebagai dasar organisasi, karena kelahiran LDII terjadi setelah Indonesia merdeka,” ungkapnya.

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Chriswanto menguraikan bahwa dari sisi metode pengajian, LDII memiliki kedekatan dengan tradisi NU. Model sorogan, di mana guru dan murid sama-sama memegang kitab lalu mengkaji isi kitab secara langsung, merupakan metode yang juga hidup di LDII, “Bedanya, kalau di NU biasanya dilakukan di pondok pesantren, kalau kami dilakukan di seluruh masjid dan musala. Cara mengajinya sama, semuanya memegang kitab,” jelasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *