JAKARTA – DN | Dalam semangat peringatan Hari Bhayangkara ke-79, Kepolisian Republik Indonesia menegaskan arah transformasi kelembagaan yang lebih inklusif dan adaptif terhadap aspirasi publik. Bertempat di Lapangan Silang Monas, Jakarta, Polri memperlihatkan langkah konkret dalam memperkuat posisi sebagai institusi pelindung dan pelayan masyarakat.
Dalam keterangan kepada media, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, menyampaikan bahwa keterbukaan informasi bukan lagi sekadar tuntutan era digital, melainkan prinsip kerja utama.
“Di tengah keterbukaan informasi, transparansi adalah kunci kepercayaan. Kami membuka ruang dialog, menerima kritik, dan menindaklanjutinya dengan cepat serta proporsional,” ungkap Brigjen Trunoyudo.
Sebagai bagian dari proses pembaruan internal, Polri telah mengembangkan transformasi berbasis prinsip Presisi (Prediktif, Responsibilitas, Transparansi, dan Berkeadilan) yang mencakup empat pilar utama: transformasi organisasi, operasional, pelayanan publik, dan sistem pengawasan.








