| DN – Pemerintah Taiwan, Kamis (27/6) mendesak masyarakatnya untuk menghindari “perjalanan yang tidak perlu” ke China setelah Beijing mengumumkan bahwa para pendukung “keras kepala” kemerdekaan pulau itu dapat menghadapi hukuman mati.
China mengklaim Taiwan yang demokratis sebagai bagian dari wilayahnya dan menolak mengesampingkan penggunaan kekerasan untuk menjadikan pulau yang mempunyai pemerintahan sendiri itu berada di bawah kendalinya.
Media pemerintah melaporkan pekan lalu, Beijing menerbitkan pedoman mengenai hukuman pidana bagi pendukung kemerdekaan Taiwan, termasuk hukuman mati untuk kasus-kasus “sangat serius” yang melibatkan para pendukung “keras kepala” kemerdekaan Taiwan.








