| DN – Pemerintah AS menggugat perusahaan pembuat Photoshop, Adobe ADBE.O, pada hari Senin (17/6), karena dituduh merugikan konsumen dengan menyembunyikan biaya berhenti berlangganan yang besar pada paket langganannya yang paling populer, sehingga mempersulit konsumen untuk membatalkan kontrak berlangganan mereka.
Dalam pengaduan yang diajukan ke pengadilan federal San Jose, California, Komisi Perdagangan Federal (FTC) mengatakan, Adobe mengubur informasi mengenai biaya – yang terkadang mencapai ratusan dolar alias jutaan rupiah – dan persyaratan penting lainnya dalam paket berlangganan “tahunan yang dibayar bulanan” dengan mencetaknya dalam tulisan berukuran kecil, atau tersembunyi di belakang kotak teks (textboxes) dan hyperlink.
Menurut pengaduan itu, Adobe menetapkan biaya berhenti berlangganan sebesar 50% dari sisa biaya yang harus dilunasi ketika konsumen membatalkan langganannya pada tahun pertama.
Di samping itu, FTC mengatakan, Adobe memaksa pelanggan yang ingin berhenti berlangganan untuk mengunjungi beberapa halaman web tidak penting terlebih dahulu ketika mereka melakukannya secara online. Sementara mereka yang menghubungi lewat telepon kerap kali terputus sambungannya dan terpaksa harus berkali-kali menjelaskan maksud mereka kepada petugas yang berbeda. Mereka juga kerap menghadapi “perlawanan dan penundaan” dari para petugas tersebut.








