( DN ) – Hujan deras mengguyur Uni Emirat Arab, Selasa (16/4), membanjiri sebagian besar jalan bebas hambatan dan membuat banyak kendaraan ditinggalkan pemiliknya di jalanan di berbagai penjuru Dubai. Sementara itu, jumlah korban meninggal dalam banjir besar terpisah di negara tetangganya, Oman, telah naik menjadi 18 orang dengan banyak lainnya masih hilang. Kesultanan Oman kini juga sedang bersiap untuk menghadapi badai.
Hujan deras itu bermula malam sebelumnya, menyebabkan banyak genangan air di jalanan bersaman dengan angin kencang yang menghentikan penerbangan di Bandar Udara Internasional Dubai, bandar udara paling sibuk di dunia untuk penerbangan internasional dan terminal bagi maskapai penerbangan jarak jauh, Emirates.
Polisi dan personil kegawatdaruratan berkendara pelan di jalanan yang tergenang banjir, lampu darurat mereka berkelap-kelip sepanjang pagi yang gelap. Petir menyambar langit, dan kadang-kadang menghantam puncak Burj Khalifa, gedung paling tinggi di dunia.
Sekolah-sekolah di seluruh UEA, sebuah federasi dari tujuh kerajaan, secara umum ditutup menjelang datangnya badai dan pegawai pemerintah mayoritas bekerja dari jarak jauh jika memungkinkan.








