Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut telah terjadi sedikitnya 64 gempa susulan hingga Jumat (22/3) pukul 18.21, pada kejadian gempa bumi tektonik Bawean. BMKG menyatakan gempa yang terjadi adalah gempa bumi kerak dangkal, yang dipengaruhi kondisi batuan permukaan.
SURABAYA ( DN ) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut terdapat dua gempa bumi dengan intensitas cukup kuat pada kejadian gempa Bawean, yakni 5,9 magnitudo dan 6,5 magnitudo, yang disusul sedikitnya 64 kali gempa susulan hingga pukul 18.21 WIB.Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami, BMKG, Daryono, menyatakan gempa bumi Bawean adalah jenis gempa kerak dangkal yang terjadi akibat pelepasan energi aktivitas sesar dan penyesuaian kondisi batuan yang rapuh. Pihaknya masih belum dapat menentukan apakah sesar gempa merupakan zona jalur meratus yang berada di Kalimantan Selatan atau bukan.








