Masyarakat Tanah Merapuh Desak Ketum NasDem Surya Paloh Cabut Surat Undur Diri Ratu Wulla di KPU RI

  • Whatsapp

NTT ( KD ) – Masyarakat Tanah Merapuh, Sumba Barat Daya (SBD) menggelar Aksi 73 Ribu Lilin Untuk Ratu Wulla sebagai bentuk protes terhadap keputusan politik DPP Partai NasDem yang dinilai sengaja mendepak Ratu Ngadu Bonu Wulla, Caleg NasDem Dapil NTT II, setelah mengalahkan mantan Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) pada Pileg 2024.

Massa Aksi 73 Ribu Lilin Untuk Ratu Wulla menilai DPP NasDem secara terang-terangan mendepak politisi perempuan dari Tanah Merapuh tersebut demi meloloskan mantan Gubernur NTT Viktor Laiskodat ke Senayan.

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Aksi 73 Ribu Lilin Untuk Ratu Wulla yang dilakukan oleh simpatisan dan pendukung politisi perempuan asal tanah merapuh itu berlangsung di Lapangan Galatama, Kota Tambolaka, Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Minggu, 17 Maret 2024.

Koordinator Lapangan (Korlap) Aksi 73 Ribu Lilin untuk Ratu Wulla, Andreas B. Dadi, dalam cuplikan rekaman video aksi yang diperoleh media pada Minggu malam menjelaskan, aksi tersebut merupakan bentuk protes masyarakat SBD terhadap DPP NasDem dan mendesak Ketum Surya Paloh cabut kembali surat undur diri Ratu Wulla di KPU RI.

“Kami memohon Ketua Umum NasDem Bapak Surya Paloh cabut kembali surat pengunduran diri Anggota DPR RI Ibu Ratu Wulla di KPU RI. Kami minta Ibu Ratu cabut kembali surat pengunduran diri. Karena masyarakat Sumba sangat sedih. Tidak terima pengunduran diri ibu Ratu,” ungkap Korlap Aksi, Andreas B. Dadi dalam cuplikan video yang beredar Minggu malam.

Andreas menyebutkan bahwa masyarakat NTT khususnya di Dapil NTT II lebih menginginkan Ratu Wulla tetap menjadi anggota DPR RI daripada mantan Gubernur Viktor Laiskodat.

Sejumlah massa pendukung Ratu Wulla yang bergabung dalam aksi tersebut membakar 73 ribu lilin sebagai simbol hilangnya kedaulatan rakyat Sumba pada Pileg 2024. Massa juga membacakan puisi yang dibawakan oleh Pdt. Delmit Natara, S.Th, dan Komunitas Rumah Sunyi serta orasi politik yang dibawakan oleh Martha Kii.

Selain itu massa melakukan teatrikal khas tanah merapuh sambil membentangkan dua spanduk warna putih masing-masing bertulis “Kami Rakyat Sumba Cinta Ibu Ratu Wulla” dan spanduk bertulis “Tolak Pengunduran Diri Ibu Ratu (Orang Sumba Bukan Boneka).”

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *