(DN) – Ratusan mahasiswa dan aktivis Indonesia menggelar demo, Senin (12/2) atas apa yang mereka pandang sebagai penyalahgunaan kekuasaan yang dilakukan Presiden Joko Widodo untuk memengaruhi pemilih dalam pemungutan suara minggu ini, agar lebih memilih Prabowo Subianto, kata para penyelenggara.
Jokowi, petahana, belum secara eksplisit mendukung salah satu dari tiga kandidat yang bersaing untuk menggantikannya sebagai pemimpin negara demokrasi terbesar ketiga di dunia ini. Namun, dia telah sering tampil bersama Prabowo, dan putra sulungnya, yang juga mencalonkan diri sebagai wakil presiden.
Dua survei opini pekan lalu memproyeksikan Prabowo bisa memperoleh lebih dari 50 persen suara pada Rabu (14/2), sehingga memungkinkan dia menang dalam satu putaran. Saingan Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo masing-masing mencatat setidaknya 27 dan 31 poin di belakangnya.
Sebagian pemilih mempermasalahkan anggapan kurangnya netralitas yang ditunjukkan oleh Jokowi, dengan mengatakan bahwa hal tersebut merusak demokrasi Indonesia dengan memberikan keuntungan yang tidak adil kepada salah satu kandidat.
Para mahasiswa berkumpul di Yogyakarta, memukul-mukulkan bambu dan memegang poster bertulisan “seret Jokowi dan kroni-kroninya ke pengadilan.”








