LAMONGAN | DN – Kondisi lampu penerangan jalan umum (PJU) di sepanjang ruas jalan nasional Babat–Jombang kembali menuai keluhan warga. Sejumlah PJU dilaporkan padam meski baru dipasang sekitar satu tahun lalu, sehingga memicu kekhawatiran masyarakat terhadap meningkatnya risiko kecelakaan dan tindak kriminal.
Pantauan di lapangan menunjukkan, PJU di sekitar KM 5 yang masuk wilayah Dusun Tlebung, Desa Mojodadi, Kecamatan Modo, dalam kondisi tidak berfungsi. Padahal kawasan tersebut dikenal rawan kejahatan, terutama pada malam hari akibat minimnya penerangan.
Tak hanya itu, kerusakan serupa juga terjadi pada deretan PJU di ruas jalan Babat–Jombang antara KM 10 hingga KM 13. Lampu-lampu jalan di jalur tersebut banyak yang mati, meski usia pemasangannya tergolong masih baru. Kondisi ini sangat dikeluhkan pengguna jalan, mengingat kawasan tersebut merupakan jalur padat lalu lintas dan dilintasi kendaraan berat.
Warga sekitar menyebutkan, ketiadaan penerangan jalan sangat membahayakan, terlebih bagi para pekerja pabrik yang kerap melintas pada malam hingga dini hari. Selain arus kendaraan yang padat, kondisi jalan yang berlubang memperbesar potensi terjadinya kecelakaan lalu lintas.
“Kalau malam gelap sekali, sering terjadi hampir tabrakan. Apalagi banyak pekerja pabrik yang pulang malam,” ujar salah satu warga setempat.
Masyarakat berharap pihak terkait segera turun tangan untuk memperbaiki PJU yang rusak dan memastikan lampu jalan kembali berfungsi normal. Keberadaan penerangan jalan dinilai sangat penting, tidak hanya untuk kenyamanan pengguna jalan, tetapi juga sebagai upaya menekan angka kecelakaan serta mencegah tindak kriminal.
Hingga berita ini diturunkan, warga masih menunggu respons dan tindakan nyata dari instansi berwenang agar persoalan PJU padam di jalur Babat–Jombang segera tertangan [Ambon]








