Direktur RSUD R.T. Notopuro, dr. Atok Irawan, menjelaskan bahwa pembangunan double deck parkir merupakan bagian dari pengembangan gedung terpadu yang telah direncanakan sejak lama. Selain itu, pihak rumah sakit juga merenovasi sejumlah ruangan menjadi kamar operasi jantung terbuka lengkap dengan fasilitas ICCU.
“Jumlah pasien jantung terus meningkat. Karena itu, kami tidak hanya membangun area parkir, tetapi juga memperkuat layanan bedah jantung terbuka agar masyarakat mendapatkan penanganan medis yang lebih komprehensif,” jelas Atok.
Adapun pembangunan double deck parkir menelan biaya Rp24,3 miliar, sementara gedung operasi jantung terbuka sebesar Rp10,2 miliar. Seluruhnya sebagian besar menggunakan anggaran mandiri BLUD.
Dengan status rumah sakit tipe A, RSUD R.T. Notopuro berkomitmen terus melakukan pembenahan dan pengembangan layanan. Pembangunan fasilitas ini diharapkan memperkuat citra rumah sakit sebagai pusat layanan kesehatan modern, humanis, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. [SWD]








