Meski persiapan terus berjalan, tantangan tetap ada. Faktor nonteknis seperti perekrutan atlet luar daerah oleh beberapa kabupaten atau kota menjadi salah satu aspek yang perlu diantisipasi.
“Pada Porprov sebelumnya, ada sejumlah daerah yang membeli atlet yang sudah matang. Ini tentu mengejutkan kita karena kurang sejalan dengan prinsip pembinaan atlet lokal,” ungkap Emawan.
Namun, Disbudporapar dan KONI Tuban tetap berkomitmen untuk fokus pada pengembangan atlet lokal, dengan target masuk 10 besar dalam Porprov Jatim 2025.
“Evaluasi terhadap atlet dari Porprov sebelumnya menunjukkan beberapa aspek yang masih harus ditingkatkan, seperti stamina, mental bertanding, dan jam terbang. Tahun ini, kami akan berupaya memperbaiki semua kekurangan tersebut,” pungkasnya.
Dengan persiapan yang semakin matang, masyarakat Tuban berharap para atlet dapat tampil maksimal dan membawa kebanggaan bagi daerahnya di ajang Porprov IX Jawa Timur 2025. [Red]








