“Diperkirakan sekitar sembilan juta dari belanja pedel dan HOK-nya, padahal anggarannya 21 juta lebih,” kata sumber yang enggan namanya dipublikasikan pada 27 Juli.
Pekerjaan dengan volume yang terpampang 120 meter sangat jauh dari kondisi lapangan yang hanya sekitar 50-60 meter, serta lebar jalan hanya sekitar 3 meter dengan pedel yang sangat tipis. Kurangnya pengawasan dari BPD dan masyarakat membuka peluang bagi tim pelaksana untuk melakukan mark up dan meraup keuntungan besar dari pekerjaan jalan pedel tersebut.








