Selain dikenal sebagai sosok pekerja keras, Lasinah juga aktif mengikuti pengajian dan rutin bersedekah, terutama setiap Jumat Wage. Abu Naim, tetangga lainnya, menyebut semangatnya sebagai inspirasi bagi banyak orang.
“Beliau tidak menggantungkan hidupnya pada anak-anaknya. Ini contoh luar biasa dari kerja keras dan keteguhan hati,” ujar Naim.
Dengan persiapan yang telah matang, Nenek Lasinah dijadwalkan berangkat pada 19 Mei bersama rombongan jemaah calon haji asal Lamongan. Keberangkatannya menjadi bukti bahwa mimpi besar dapat terwujud dengan kesabaran, ketekunan, dan keikhlasan. [CAS]







