Impian ini sebenarnya telah direncanakan sejak 2012, ketika ia dan sang suami mendaftar haji bersama. Namun, takdir berkata lain—sang suami lebih dulu wafat sebelum mereka sempat berangkat.
“Sudah lama saya ingin ke Tanah Suci. Semua hasil kerja keras saya ini memang diniatkan untuk berhaji,” katanya dengan penuh haru.
Kabar keberangkatan Nenek Lasinah mengejutkan sekaligus membanggakan para tetangganya. Lutfatus Soidah, salah satu warga sekitar, mengaku terkesan dengan perjuangan panjang sang nenek.
“Saya sudah lama mengenal Mbah Lasinah. Saat tahu beliau akan berhaji, saya sangat bangga dan terharu,” ucapnya.







