Survei Indikator Politik: Anies Ungguli Ahok dan Ridwan Pada Pilkada Jakarta

  • Whatsapp
FILE - Calon Gubernur nomor urut 3 dalam Pilkada DKI Jakarta Putaran Kedua Anies Baswedan memberikan suaranya di Tempat Pemungutan Suara 28 Cilandak Barat, 19 April 2017. (Andylala/VOA).

Menurutnya pilihan warga Jakarta pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 sudah mengerucut pada tiga sosok tersebut. Ketiganya sudah memiliki pemilih fanatik kendati pemilihan gubernur masih akan digelar pada November mendatang.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (courtesy: Humas Jabar).
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (courtesy: Humas Jabar).

“Kalau Anies, Ahok, dan Ridwan Kamil maju, maka yang diuntungkan adalah Anies Baswedan karena suara Ridwan dan Ahok itu cenderung beririsan. Karenanya, Ahok dan Ridwan Kamil kemungkinan besar akan lewat (kalah) sama Anies kalau dua-duanya maju (dalam pemilihan gubernur Jakarta),” kata Burhanuddin.

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Dia menjelaskan Ridwan Kamil lebih kompetitif ketimbang Ahok untuk menghadapi Anies dalam pemilihan gubernur Jakarta. Sebab Ahok mempunyai hambatan sejarah terkait kejadian pada 2016, yakni kasus penistaan agama sehingga Ahok kemungkinan kesulitan menggaet basis suara muslim konservatif di Jakarta.

Melihat data simulai tersebut, Burhanuddin juga mengatakan kemungkinan munculnya calon “kuda hitam” di luar nama Anies, Ahok dan Ridwan dalam pemilihan gubernur Jakarta 2024 sangat kecil. Sebab pilihan warga Jakarta sudah mengerucut ketiga nama tersebut.

Menanggapi hasil survei Indikator Politik tersebut, Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Solidaritas Indonesia (DPP PSI) Cheryl Tanzil mengaku kaget karena jumlah pendukung PSI yang memilih Anies dan Ahok hanya selisih satu persen.

Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep sampai saat ini belum memutuskan apakah akan maju dalam pemilihan kepala daerah November tahun ini.

“Kalau saya lihat dari yang dipaparkan, orang-orang yang masuk dalam bintang tiga besar ini kan mereka yang sudah pernah punya pengalaman sebagai kepala daerah. Bahkan Pak Ridwan Kamil itu sudah di Bandung dulu lima tahun (menjadi wali kota Bandung), masuk yang lebih besar yaitu Jabar (Jawa Barat) lima, jadi sekitar sepuluh tahun,” ujarnya.

Berkaitan sangat rendahnya elektabilitas Kaesang, Cheryl mengatakan hal itu karena tidak ada pergerakan dari pihak Kaesang. Dia menambahkan hasil survei Indikator Politik menjadi gambaran bagaimana masyarakat Jakarta melihat sosok Kaesang.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *