“Diskusi di pantai seperti ini membuat suasana lebih cair. Masalah pupuk, hama, hingga distribusi bisa dibicarakan tanpa sekat birokrasi. Solusi sering muncul dari obrolan santai,” ujar Suprapto.
Selama kegiatan, para peserta membahas isu-isu krusial: keterlambatan distribusi pupuk, ancaman serangan hama, hingga strategi peningkatan produktivitas. Kehadiran PPL memberi ruang interaksi yang lebih terbuka, sehingga transfer pengetahuan dapat berjalan lebih efektif.
Bagi banyak petani, momentum ini juga menjadi pelepas penat setelah masa panen. “Kami merasa lebih segar, seperti mendapat energi baru dari laut Jember,” ungkap salah satu anggota Poktan.







