Di sektor ekonomi, daya beli masyarakat tetap terjaga. Pengeluaran riil per kapita yang disesuaikan mencapai Rp16,36 juta per tahun. Ketahanan ini ditopang oleh UMKM dan industri manufaktur yang menjadi tulang punggung ekonomi Sidoarjo.
Meski membanggakan, capaian tersebut masih menyisakan jarak tipis dari target ambisius 83,51. Isma’il menilai dinamika demografi menjadi faktor penekan. “Sidoarjo adalah magnet urbanisasi. Laju migrasi tinggi memberi tekanan pada fasilitas publik. Pemerintah harus memastikan infrastruktur pendidikan dan kesehatan tetap mampu melayani populasi yang terus bertambah,” ujarnya.
Bupati Sidoarjo, H. Subandi, menyambut capaian ini dengan optimisme. Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen masyarakat. “Pembangunan tidak mungkin hanya dilakukan pemerintah daerah. Sinergi dengan stakeholder adalah kunci agar Sidoarjo terus maju dan kesejahteraan masyarakat semakin merata,” tegasnya.







