Untuk menjaga harga tetap kompetitif, Pemkot Surabaya menggandeng Produk Unggulan Daerah (PUD) dan produsen tangan pertama. Selain itu, BMT Keuangan dan Bank Surabaya (Surya Artha Utama) turut menjadi mitra finansial KKMP dalam hal permodalan.
Febri juga mengajak warga, pengurus RT/RW, dan kader untuk bergabung sebagai anggota koperasi. “Semakin banyak anggota, semakin kuat modal usaha bersama,” ujarnya.
Ketua KKMP Jajar Tunggal, Nur Wahyudi, menyambut baik peluncuran Si-Boyo. Ia menyebut aplikasi ini sebagai ladang emas bagi kemajuan ekonomi warga. Ia juga mendorong agar LPMK, RT, RW, dan KSH ikut menjadi anggota koperasi.
“Iuran pokok dan wajib sangat berarti untuk memperkuat modal usaha. Kami berharap kolaborasi ini berdampak luas secara sosial dan ekonomi,” kata Nur.







