Semangat Petani Barugaya Menyambut Hujan: Potret Desa Subur di Timur Takalar

  • Whatsapp

“Kalau hujan datang, kami semua turun ke sawah. Ini waktu terbaik untuk menanam,” ujar Daeng Lala, petani senior yang sudah puluhan tahun menggarap lahan di Barugaya.

Meski sebagian petani mencoba peruntungan menanam di musim kemarau, hasilnya tak selalu menjanjikan. Mereka menyebutnya “untung-untungan”—bertaruh pada sisa air tadah hujan dan keberuntungan cuaca.

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Desa Barugaya bukan hanya tentang sawah dan padi. Di balik aktivitas pertanian, desa ini menyimpan tradisi lokal yang kuat. Kegiatan sosial seperti tudang sipulung (musyawarah desa) masih rutin digelar untuk membahas musim tanam, pembagian air, dan rencana pembangunan.

Secara administratif, Barugaya berada di wilayah Polongbangkeng Timur, Takalar, Sulawesi Selatan. Desa ini memiliki akses jalan utama yang menghubungkan ke pusat kecamatan, namun masih membutuhkan peningkatan infrastruktur irigasi untuk mendukung pertanian berkelanjutan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *