Masing-masing truk yang telah di modif berbeda kapasitas, didalam armada truk/ boks ini di isi dengan Bull kapasitas 1 Ton.setiap armada yang telah di modif ini ada yang 3 Bull sampai 4 bull. Modus mereka sangat cantik, pembelian mereka memakai barcode Plat nomor yang telah di pesan lalu mereka meloby setiap operator SPBU untuk bisa menjalankan kegiatannya tanpa di ketahui oleh pemilik perusahaan SPBU, ucapnya.
Dalam berapa bulan ini, saya mengamati adanya kegiatan PT. Transportir Non Subsidi aktivitasnya sangat gencar dan Masive. PT. Putra Energi Niaga ( PEN ) ini kami pantau. Perusahaan tersebut juga sudah di sorot oleh banyak media kegiatannya.
PT. PEN ini sudah dilakukan pengecekan di website Pemerintah, Kementrian, maupun alamat perusahaan tidak tersedia, ini menambah kecurigaan kami, selaku Lembaga LSM dan selaku kontrol sosial, peran aktif di pemerintahan dan masyarakat, sangat kwatir adanya kegiatan perusahaan tersebut. Kerugian negara akan sangat besar jika tidak segera dilakukan antisipasi dini.
Saya selaku ketua harian LSM FAAM, akan segera berkordinasi dengan (APH) Aparat Penegak Hukum Polda Jatim dan Pertamina, guna melakukan dan mengecek legalitas Perusahaan PT.PEN. tidak hanya di Polda Jatim, kami akan bersurat ke Dirjen ESDM Migas di Jakarta, untuk mempertanyakan Ijin PT. tersebut apakah sudah terdaftar apa belum.
Dikutip dilaman wabsite Pertamina dapat kita ketahui dengan jelas.







