Hingga kini, akses jalan menuju lokasi wisata masih terbatas, area parkir belum representatif, dan papan penunjuk arah wisata nyaris tidak ada. Kondisi ini membuat Wisata Kaki Bumi sulit bersaing dengan destinasi lain yang dikelola pemodal besar. Padahal, keberadaan wisata ini diyakini mampu mendongkrak Pendapatan Asli Desa (PADes) sekaligus memberdayakan UMKM sekitar.

Keluhan warga semakin meruncing karena potensi besar ini terancam mati suri jika tidak segera ditangani. Mereka berharap Pemerintah Kabupaten Sidoarjo membuka mata dan memberikan dukungan nyata. “Sinergi antara semangat warga Desa Kebaron dan dukungan anggaran serta kebijakan dari Dinas Pariwisata sangat dinantikan agar Wisata Kaki Bumi tidak hanya menjadi cerita manis sesaat, melainkan ikon kebanggaan pariwisata Sidoarjo yang berkelanjutan,” tegas pengurus Pokdarwis.







