Sebelumnya, sekitar pukul 20.00 WIB, delapan pelanggan sepeda motor matic melaporkan kendaraan mereka tidak bisa distarter setelah mengisi Pertalite. Menindaklanjuti komplain tersebut, pihak SPBU menutup pelayanan di dispenser Pulau 2 pada pukul 20.30 WIB.
Operator kemudian melakukan pengecekan dengan mengambil sampel BBM ke dalam botol air mineral. Hasil visual menunjukkan warna biru keputihan yang diduga tercampur air. Pemeriksaan lebih lanjut terhadap tandon bawah tanah yang berisi sekitar 5.000 liter Pertalite menggunakan pasta air menunjukkan adanya campuran air setinggi 8 sentimeter. Dugaan sementara, air masuk melalui rembesan hujan di penutup tandon.







