TAKALAR | MDN – Di sebuah dusun kecil bernama Jambua, Kecamatan Polombangkeng Timur, Kabupaten Takalar, suara mesin penggilingan padi berpadu dengan denting alat bengkel. Di balik kesederhanaan itu, berdiri sosok Hamsah Dg Lalang, pemuda yang memilih jalan berliku untuk membangun mimpi bisnisnya.
Tiga tahun lalu, Hamsah bukanlah siapa-siapa. Modal besar tak dimilikinya, hanya keberanian untuk meminjam dana dari bank. “Saya mulai dari nol, pinjam dari bank. Alhamdulillah, sekarang sudah bisa mempekerjakan beberapa orang,” tuturnya dengan senyum sederhana.
Pinjaman itu menjadi titik awal lahirnya tiga lini usaha: pabrik penggilingan padi, bengkel mekanik, dan produksi sekam kasar. Dalam 30 bulan, usaha yang dirintisnya bukan hanya menopang ekonomi keluarga, tetapi juga membuka lapangan kerja bagi warga sekitar.







