Pemdes Barugaya Buka Klarifikasi Soal Warga Disabilitas Belum Tercover Bansos

  • Whatsapp

TAKALAR | DN – Pernyataan bahwa tidak ada warga miskin yang dibiarkan tanpa perlindungan sosial kembali diuji oleh realitas di lapangan. Di Dusun Karepattoddo, Desa Barugaya, Kecamatan Polongbangkeng Timur, Kabupaten Takalar, sebuah keluarga penyandang disabilitas harus bertahan hidup tanpa memasak selama tiga hari.

Warga tersebut bernama Siking Dg Se’re, yang hidup bersama istri—juga penyandang disabilitas—serta seorang anak balita. Dalam kondisi yang secara objektif masuk kategori sangat rentan, keluarga ini diketahui belum tercover Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) maupun Program Keluarga Harapan (PKH).

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Dalam sebuah video yang beredar luas, Siking menyampaikan kondisi keluarganya dengan kalimat sederhana namun menyentuh. “Saya sudah tiga hari tidak memasak, dapat pemberian dari saudara dua liter beras,” ujarnya.

Tiga hari tanpa asap dapur. Dua liter beras.
Bukan dari sistem perlindungan sosial, melainkan dari uluran tangan keluarga. Pada titik ini, bantuan yang datang paling cepat bukanlah program, melainkan empati.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *