LAMONGAN | DN — Insiden ambruknya balkon Gedung Pemerintah Kabupaten Lamongan pada Senin (22/12) sore pukul 15.30 WIB memicu gelombang pertanyaan publik terkait kualitas proyek senilai Rp151 miliar yang tengah disorot dalam kasus dugaan korupsi.
Bangunan yang digadang-gadang sebagai simbol kemegahan birokrasi daerah itu kini justru menjadi simbol keraguan. Reruntuhan beton dan besi berserakan di halaman depan, menimpa satu unit kendaraan roda tiga yang tengah terparkir. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kerusakan fisik yang ditimbulkan cukup signifikan dan mengundang perhatian warga sekitar.
Seorang warga yang berada di lokasi, NR, mengaku heran. “Bangunan semegah itu bisa roboh hanya karena angin? Padahal katanya anggarannya ratusan miliar. Ini benar-benar aneh,” ujarnya.







