Distribusi BBM di wilayah perbatasan bukan sekadar urusan logistik, tetapi soal akses keadilan energi. Nelayan di Sebatik dan Nunukan bukan hanya pengguna, tetapi penjaga kedaulatan pangan dan perbatasan. Ketika pasokan BBM terganggu, bukan hanya ekonomi lokal yang terpukul, tetapi juga ketahanan nasional.
Respons cepat Pertamina kali ini menjadi contoh bahwa distribusi energi harus berpihak pada masyarakat yang paling rentan terhadap gangguan pasokan.
Di tengah tantangan laut dan logistik, Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan menunjukkan bahwa kecepatan dan ketepatan distribusi BBM adalah bagian dari pelayanan publik yang strategis. Bagi nelayan Nunukan, Biosolar bukan sekadar bahan bakar, tetapi bahan hidup.
Publik menanti keberlanjutan: bukan hanya pemulihan sementara, tetapi sistem distribusi yang tangguh, transparan, dan berpihak pada masyarakat perbatasan. [MT}







