Keluarga kecil ini tidak meminta lebih. Mereka tidak menuntut. Mereka hanya menjaga hidup tetap berjalan dengan martabat. Di rumah sunyi itu, mereka membuktikan bahwa cinta tidak selalu hadir dalam kata, dan harapan tidak selalu berteriak.
Kisah Siking Dg Se’re bukan untuk menyalahkan keadaan. Ia adalah potret kehidupan yang berjalan pelan, namun teguh. Tentang bagaimana keterbatasan tidak selalu berarti kekalahan. Tentang bagaimana manusia bisa tetap berdiri, meski dunia tak selalu memandang.
Di Dusun Karepattoddo, nada puik-puik itu sesekali masih terdengar. Tidak selalu lengkap, tidak selalu lantang. Tapi cukup untuk mengingatkan kita bahwa hidup, dalam bentuk paling sederhana sekalipun, tetap bisa bernilai. [D’kawang]







